Friday, 30 December 2016

PANTAI DRINI,SURGA TERPISAH YANG TERBAGI DUA

visit Stipram






Pantai Drini menjadi salah satu pantai istimewa di pesisir Gunungkidul karena sebuah pulau kecil di tengahnya, membagi pantai menjadi dua bagian. Konon di pulau tersebut banyak ditumbuhi santigi (Pemphis acidula), atau masyarakat di sini biasa menyebutnya drini. Itulah kenapa pantai dan pulau ini diberi nama drini. Bila laut sedang surut, kita bisa pergi ke pulau. Tak perlu menjadi climber untuk memanjat karang, karena tangga beton rela dipijak demi mengantar kita ke atas.
Dari atas bukit Pulau Drini kita bisa
melihat  seluruh Pantai Drini, melihat gunungan alang-alang atap gazebo hingga deretan perahu nelayan. Semua tampak mungil, seperti miniatur bikinan kurcaci. Kini, tak ada lagi pohon drini, yang ada hanyalah pandan laut (Pandanus tectorius) memenuhi setiap jengkal tanah, berebut hidup dengan rerumputan.
Pulau ini juga sekaligus memisahkan sisi Timur dan Barat pantai menjadi dua karakter yang berbeda. Bagaikan manusia berkepribadian ganda, satu sisi tenang dan lembut, sementara sisi lainnya keras dan garang. Di Timur pantai, tebing-tebing berbaris gagah, berdiri angkuh seolah menantang penguasa laut. Dipadu dengan pulau karang, maka sebuah laguna yang elok pun terbentuk. Terjaga dari amukan ombak, menjadikannya tempat nyaman untuk mandi hangat air asin, bagaikan berada di bath tub raksasa, melemaskan otot yang lelah menyusuri pulau karang.
Komposisi air berwarna biru kehijau-hijauan, dengan dinding dan pulau karang mengelilingi, serta beratap langit biru, ditambah pandangan bebas menuju lautan lepas, mengalahkan fasilitas spa dari salon manapun di muka bumi. Sambil menikmati pijatan air laut, akuarium alam yang mengoleksi beragam biota laut selalu menemani.
Di bagian tengah pantai, sejalur dengan arah menuju pulau, ada sesuatu yang menarik. Kumpulan tipis pasir hitam berdiameter sangat halus tanpa malu-malu menerobos dominasi pasir putih. Bila mata tak awas, niscaya bagian ini akan terlewat. Menurut penelitian, dahulu ada sungai bawah tanah bermuara di Pantai Drini. Alirannya membawa pasir hitam yang sekarang masih bisa dilihat.
Sisi Barat pantai punya pesona tak kalah eksotis; deretan perahu bercadik tertambat, beristirahat sejenak setelah semalaman bergelut dengan ombak laut Selatan. Satu dua nelayan terlihat menebar jala ke air, berharap ada ikan yang sudi mendatangi, menyerahkan diri untuk menyambung hidup keluarga nelayan. Ya, Pantai Drini juga merupakan kampung nelayan tradisional. Karakter ombak yang lebih kuat dan langsung menuju samudera tanpa karang menghalangi, menjadi tempat yang tepat bagi para nelayan untuk jalur berangkat dan pulang melaut.
            Banyak yang dapat kita lakukan di pantai ini,kita dapat berenang,atau hanya bermain air dan pasir.Di sepanjang pantai terdapat gazebo-gazebo yang dengan senang hati menerima kita jika kita sudah lelah bermain,disana kita dapat beristirahat dan menghilangkan dahaga dengan menikmati es kelapa muda yang di sajikan langsung dari buah kelapanya,menikmati pantai dan jika lapar kita dapat memesan berbagai menu yang telah di sediakan.Tidak hanya itu,kita dapat menyewa kanop jika ingin berkeliling pantai dan merasakan keseruan bersama teman-teman sebelum air surut.


            Saat air laut mulai surut,kalian dapat menyebrang ke pulau Drini tanpa harus takut basah terkena air laut,disana kalian dapat menikmati pemandangan laut dan pantai dari atas,berfoto mengabadikan momen indah kalian.Tidak perlu merogoh koceh dalam-dalam,karena untuk dapat berfoto dan naik ke pulau drini kalian hanya akan membayar Rp.2000 saja dan kalian boleh puas berfoto.

            Tidak hanya itu,di sekitar pantai juga terdapat banyak sekali penjual yang menjajakan makanan laut khas pantai yang patut kalian coba.Di sini juga tersedia lapangan parkir yang luas,serta mushola dan kamar mandi jadi kalian tidak perlu khawatir dengan kenyamanan saat berlibur bersama keluarga ataupun teman-teman.





            Semoga ulasan kali ini bermanfaat dan selamat berlibur.

No comments:

Post a Comment