Saturday, 31 December 2016

PAYOKUMBUAH, NEWZEALAND VERSI INDONESIA DI SUMATRA BARAT



Visit Stipram




Kali ini saya akan membahas tentang salah satu kota tetangga saya yakni sumatra barat.Berhubung saya sangan menggilai new zealand terlebih dengan wisata peternakan yang terlihat keren dan menakjubkan,maka Payakumbuah menjadi salah satu objek wisata pilihan saya untuk saya bahas.Kenapa?
                Tidak banyak yang tahu memang dengan keindahan Payakumbuah,ternyata jika kita ingin menikmati keindahan alam dan sensasi seperti berada di Newzealand kita tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk pergi ke Newzealand,kita bisa datang langsung ke Newzealand versi lokal yang terletak di Sumatra barat.
                Setelah tiba di Lembah Harau,kita dapat menikmati hamparan tempat wisata yang masih alami di apit oleh bukit-bukit batu yang sangat sulit di gambarkan dengan kata-kata keindahannya.Di sekitar Lembah Harau juga terdapat banyak spot wisata,salah satunya kita bisa menyewa sampan di danau buatan hanya dengan membayar Rp.15.000 saja,bukan hanya itu,jika sudah lelah mendayung kita juga dapat menyewa kuda dan berkuda di area wisata,jangan khawatir jika tidak bisa mengendarai kuda,karena untuk anak-anak dan pemula maka kuda akan di tuntun oleh pendamping jadi bisa di pastikan kalian akan aman.
                Pergi ke daerah Payakumbuah tidak afdol jika tidak mengunjungi peternakan sapi yang membuat suasana bagaikan di Newzealand.Tepatnya di daerah Padang Mangateh,Kabupaten Limapuluh Kota,Sumatra barat.


                 Rumput hijau yang luas serta  ratusan ekor sapi berukuran besar, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berlibur di lokasi yang mereka sebut New Zelannya-Indonesa.  Padahal di lokasi ini pengunjung hanya untuk selfie.Komplek pertanakan milik BPTU-HPT yang berada di Padang Mengateh, ini merupakan warisan penjajah Belanda yang sempat menjadi area perternakan terbesar di Asia Tenggara.
                Fasilitas ini pertama kali didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916. Saat itu, hewan yang diternakkan ada kuda. B aru pada tahun 1935 didatangkan sapi zebu dari Benggala, India, untuk dikembangbiakan. Namun pada perkembangan selanjutnya tidak begitu mulus,  bahkan sempat mati dan hidup lagi, Baru beberpa tahun ini, peternakan sapi ini kembali mendapat tempat di Pemerintahan Indonesia.
Kawasan peternakan yang sangat luas berada di lereng Gunung Sago ini, tiba-tiba ramai dikunjungi dan bahkan sempat membludak setelah beberapa bulan Presiden Joko Widodo sempat berfoto di lokasi ini.
                Akan tetapi,karena hal ini lah kawasan peternakan akan di tutup untuk umum hingga liburan akhir tahun usai karena ulah para pengunjung yang membuang sampah sembarangan dan tidak menjaga lingkungan dan dapat merusak kawasan peternakan.Saya harap kita semua dapat menjadi wisatawan yang beradap dan tetap menjaga lingkungan dimanapun kita berada.
                Dan,jika kalian tidak puas hanya bermain selama sehari dan masih ingin menikmati kawasan ini,kalian dapat memilih cottage yang tersedia dengan biaya Rp.500.000 semalam,tetapi kalian sebaiknya booking terlebih dahulu jauh-jauh hari karena hampir semua cottage selalu penuh dan tidak dapat membuka kamar secara mendadak tanpa reservasi terlebih dahulu.
                Semoga berita ini  bermanfaat dan selamat berlibur

No comments:

Post a Comment