Visit Stipram
Kali ini saya akan membahas tentang salah satu kota tetangga
saya yakni sumatra barat.Berhubung saya sangan menggilai new zealand terlebih
dengan wisata peternakan yang terlihat keren dan menakjubkan,maka Payakumbuah
menjadi salah satu objek wisata pilihan saya untuk saya bahas.Kenapa?
Tidak
banyak yang tahu memang dengan keindahan Payakumbuah,ternyata jika kita ingin
menikmati keindahan alam dan sensasi seperti berada di Newzealand kita tidak
perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk pergi ke Newzealand,kita bisa datang
langsung ke Newzealand versi lokal yang terletak di Sumatra barat.
Setelah
tiba di Lembah Harau,kita dapat menikmati hamparan tempat wisata yang masih
alami di apit oleh bukit-bukit batu yang sangat sulit di gambarkan dengan
kata-kata keindahannya.Di sekitar Lembah Harau juga terdapat banyak spot
wisata,salah satunya kita bisa menyewa sampan di danau buatan hanya dengan
membayar Rp.15.000 saja,bukan hanya itu,jika sudah lelah mendayung kita juga dapat
menyewa kuda dan berkuda di area wisata,jangan khawatir jika tidak bisa
mengendarai kuda,karena untuk anak-anak dan pemula maka kuda akan di tuntun
oleh pendamping jadi bisa di pastikan kalian akan aman.
Pergi
ke daerah Payakumbuah tidak afdol jika tidak mengunjungi peternakan sapi yang
membuat suasana bagaikan di Newzealand.Tepatnya di daerah Padang
Mangateh,Kabupaten Limapuluh Kota,Sumatra barat.
Rumput hijau yang luas serta ratusan ekor sapi berukuran besar, menjadi
daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berlibur di lokasi yang mereka sebut
New Zelannya-Indonesa. Padahal di lokasi
ini pengunjung hanya untuk selfie.Komplek pertanakan milik BPTU-HPT yang berada
di Padang Mengateh, ini merupakan warisan penjajah Belanda yang sempat menjadi
area perternakan terbesar di Asia Tenggara.
Fasilitas
ini pertama kali didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916. Saat
itu, hewan yang diternakkan ada kuda. B aru pada tahun 1935 didatangkan sapi
zebu dari Benggala, India, untuk dikembangbiakan. Namun pada perkembangan
selanjutnya tidak begitu mulus, bahkan
sempat mati dan hidup lagi, Baru beberpa tahun ini, peternakan sapi ini kembali
mendapat tempat di Pemerintahan Indonesia.
Kawasan peternakan yang sangat luas berada di lereng Gunung
Sago ini, tiba-tiba ramai dikunjungi dan bahkan sempat membludak setelah
beberapa bulan Presiden Joko Widodo sempat berfoto di lokasi ini.
Akan
tetapi,karena hal ini lah kawasan peternakan akan di tutup untuk umum hingga
liburan akhir tahun usai karena ulah para pengunjung yang membuang sampah
sembarangan dan tidak menjaga lingkungan dan dapat merusak kawasan peternakan.Saya
harap kita semua dapat menjadi wisatawan yang beradap dan tetap menjaga
lingkungan dimanapun kita berada.
Dan,jika
kalian tidak puas hanya bermain selama sehari dan masih ingin menikmati kawasan
ini,kalian dapat memilih cottage yang tersedia dengan biaya Rp.500.000
semalam,tetapi kalian sebaiknya booking terlebih dahulu jauh-jauh hari karena
hampir semua cottage selalu penuh dan tidak dapat membuka kamar secara mendadak
tanpa reservasi terlebih dahulu.
Semoga
berita ini bermanfaat dan selamat
berlibur






No comments:
Post a Comment