“KIPO” Adalah Makanan Tradisional khas Kota Gede,Yogyakarta.
Apakah
kalian tahu dengan makanan khas jogja yang satu ini?atau lebih tepatnya di kota
Gede.memang tidak banyak orang yang mengetahui tentang makanan khas yag satu
ini terlebih lagi masyarakat di luar kota Yogyakarta.
Walaupun
tidak se terkenal bakpia ataupun Gudeg,akan tetapi Kipo merupakan salah satu
makanan khas yang wajib di lestarikan agar akan tetap selalu ada.
Kalian
pasti bertanya-tanya,apa sih KIPO itu?
Makanan
dari mana KIPO itu?
Nah
ayo kita simak cerita di bawah ini.
Apasih “KIPO” itu?
KIPO
adalah makanan Khas Kota Gede,Yogyakarta dan hanya dapat di temukan di Kota
Gede saja.
Cerita sebenarnya
kenapa dinamakan Kipo ,ada yang mengatakan dahulu saat sultan agung pagi-pagi
sedang duduk di cepaki wedang teh dan makanan aneh dan tidak biasa lalu bilang
“Iki Opo?” lalu di singkat menjadi Ki Po.Tetapi sebetulnya kta juga belum tau
asal kosa kata Kipo tersebut secara benar.
Saat
ini produsen kipo hanya tinggal sedikit dan bahkan bisa dihitung dengan
jari,sekarang mungkin hanya tinggal tiga podusen saja yang membuat kipo dan
hanya keluarga tertentu saja,karena proses pembuatannya sangat manual da rumit
maka banyak orang yang Wegah atau malas membuatnya,terlebih harga nya yang
tergolong sangat murah tidak sebanding dengan tingkat kerumitan pembuatannya.
Padahal
sudah dilakukan peatihan khusus membuat makanan kipo,akan tetapi tetap saja
tidak bayak yang bertahan,proses pembuatan yang rumit membuat para peserta
pelatihan tidak melanjutkan pelatihannya.
Sebenarnya
tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk membuat kpo,sekitar sepuluh
menit saja maka kipo sudah dapat di buat akan tetapi dalam proses pembuatannya
membutuhkan kesabaran dan ketelitian,pasalnya jika komposisi bahan tidak sesuai
maka dapat mempengaruhi rasanya.
Terkadang
makanan ini menjadi buah tangan bagi para pengunjung wisata kota gede.Kipo
dapat bertahan selama 3 hari dan di bandrol dengan harga 1.500 rupiah saja.akan
tetapi kenapa makanan khas ini tidak se populer makanan khas jogja lain seperti
gudeg dan bakpia?padahal sebenarnya makanan ini memiliki potensi untuk menjadi
terkenal juga.
Jika
permasalahannya adalah proses pembuatannya yang rumit dan harganya yang
terlampau murah,mengapa tidak di kembangkan inovasi yang membuat kipo menjadi
tahan lama dan bernilai jual tinggi?selain proses pembuatannya yang rumit,umur
kipo yang hanya 3 hari saja membuat orrang berfikir dua kali untuk membeli kipo
sebagai oleh-oleh jika mereka harus menempuh perjalanan jauh.
Andai
saja ada solusi yang dapat membuat kipo bertahan lebih lama,lebIh
berkualitas,dan lebih eksklusive,bukan tidak mungkin popularitas yangko bisa
menyaingi bakpia yang sudah menjamur di seluruh penjuru jalanan jogja.
Mengapa
hanya mengandalkan satu saja kuliner khas jogja,jika jogja mempunyai lebih dari
itu?
Sekian
pembahasan tentang KIPO ,semoga dapat bermanfaat dan bagi kalian yang penasaran
bagaimana sih KIPO itu dan bagaimana rasanya bisa langsung berkunjung di Kota Gede.
No comments:
Post a Comment