Tuesday, 13 December 2016

WISATA ALAM BUKIT DUA BELAS DAN BERBAGAI KEINDAHANNYA

Visit Stipram


Potensi Kawasan

             Panorama Alam
Taman Nasional Bukit Duabelas ini memiliki topografi datar, bergelombang, dan perbukitan dengan kisaran 50-438 Mdpl. Ada 12 bukit utama yaitu Bukit Kuaran, Bikit Sungai Punai I Punai Banyak, Bukit Barumbung, Bukit Lubuk Semah, Bukit Sungai Keruh Mati, Bukit Panggang, Bukit Enau, Bukit Terenggang, Bukit Pal, Bukit Suban, Bukit Tiga Beradik, dan Bukit Bitempo.

Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, Taman Nasional Bukit Duabelas termasuk dalam Tipe A dengan curah hujan terendah 3.294 mm dan tertinggi 3.669 mm, suhu terendah 32ºC dan tertinggi 40ºC,sedangkan kelembaban udara terendah 80% dan tertinggi 94%. Dengan Topografi tersebut, Taman Nasional Bukit Duabelas mempunyai kekhasan pesona alam yang tidak akan dapat ditemui ditempat lain.

             Air Terjun Sungai Talentam
Air Terjun ini terdiri dari tiga tingkat dengan dinding batu. Ketinggian pada tingkat pertama dari atas 7 m, tingkat kedua ( Tengah ) 3 m, dan tingkat ketiga ( bawah ) 10 m. Kondisi air cukup jernih dan sangat dingin. Air terjun ini berada pada jarak sekitar 6 Km dari desa Lubuk Jering (SPTN Tebo Resort Air Hitam 

             Sungai Kejasong
Merupakan aliran sungai utama di wilayah Taman Nasional yang termasuk kawasan DAS Batang Hari. Aktivitas wisata yang bisa dilakukan adalah petualangan dengan menyusuri sungai untuk pengamatan tumbuhan dan satwa liar terutama dibagian hulu yang masih berupa hutan primer.

 Potensi Flora

             Tumbuhan Obat
Jenis tumbuhan obat yang ditemukan di TNBD meliputi 137 jenis yang terdiri dari 101 jenis tanaman obat dan 27 jenis cendawan obat. Beberapa diantaranya adalah Kenaikan Biso(Tertrastigms lanceolarium), akar kunyit (Arcangellisia flava (L.) Biels, Puar Lancag (Eitingera sp). Tumbuhan bat ini sudah biasa digunakan Orang Rimba dalam pengobatan.Saat ini sebanyak 45 jenis tanaman obat telah dikembangkan didalam demplot pengembanagan Tanaman Obat yang berada di Resort Air Hitam I, SPTN Wilayah II.

             Tumbuhan Anggrek
Tidak kurang dari 41 jenis Anggrek dari 18 marga yang hidup di Taman Nasional Bukit Duabelas, diantaranya adalah Anggrek epifit (Dendrobium/ eonis, Eria puchella,Eria bractescens, Eria multiflora, Bu/bophyl/um vaginatum, dan Anggrek Tanah (Phalus tankervillae). Saat ini spesies anggrek yang ditemukan di dalam kawasan dikembangkan dengan pembuatan deplot/stasiunpengembanagan taman anggrek yang juga berada di Resort Air Hitam I SPTN Wilayah II, beberapa jenis bahkan sudah mulai direintroduksikan ke kawasan.

Potensi Fauna

             Berdasarkan penelitian LIPI tahun 1998 jenis mamalia yang terdapat di kawasan Bukit Duabelas antara lain : Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), kucing hutan (Felis bengalensis), Beruang Madu (Helarctos mal ayanus), Rusa Sambar (Cervus unicolar) Babi Hutan (Sus spp), Musang (Paradoxurus hermaphroditus), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Beruk (Macaca nemest rina), Biawak (Varanus salvator), siamang ( Sympalangus syndactyl us), Ungko (Hylobates agilis)
Untuk jens Aves, antara lain : Balam, Murai Batu,Ayam Hutan, Kuau, Dang Enggang Gading, Gagak, Rangkong.

Salah satu jeis Amfibi yang dapat ditemukan adalah Labi Labi ( Troyx spp) yang menjadi salah satu sumber protein hewani bagi Orang Rimba selain ikan dan Babi hutan.

             Kupu-kupu
Taman Nasional Bukit Duabelas menyimpan ptensi fauna yang keanekaragamannya cukup tinggi. Salah satu yang telah tereksplorasi adalah jenis kupu-kupu, Tak kurang dari 12 jenis kupu-kupu telah teridentifikasi, diantaranya adalah Trogonoptera brookiana, Papilio nephelus, Chetosia hypsea, Graphium doson, Graphium agamemnon, Ideopsis, Treidesamprysus.

Saat Terbaik Untuk Mengunjungi TNBD

             Musim kunjungan terbaik adalah bulan Juni s/d Oktober setiap tahunnya.

Yang Harus Diketahui Sebelum Datang Ke TNBD

             Taman Nasional Bukit Duabelas adalah rumah bagi Suku Anak Dalam, Jadi berunjung ke Bukit Duabelas untuk bertemu mereka merupakan kegiatan yang menarik. Nahkan tidak sedikit orang yang sengaja berkunjung ke Taman Nasional Bukit Duabelas hanya untuk merasakan bagaimana hidup bersama Suku Anakk Dalam.

             Suku Anak Dalam diyakini sebagai orang maalau sesat. Keberadaan mereka didalam hutan belantara jambi karena melarikan diri dari serangan musuh . Cerita lain menyebutkan bahwa Suku Aak Dalam (SAD) berasal dari Pagaruyung yang mengungsi di jambi. Hal ini didukung dengan kesamaan bahasa dan adat istiadat yang dimiliki suku ini dengan suku Pagaruyung di Minangkabau. Salah satu kesamaan adat mereka adalah sistem Matrilineal. Mereka bertahan hidup di dalam hutan dengan berburu, bercocok tanam dan memancing.

No comments:

Post a Comment