Visit Stipram
Sebenarnya TN Bukit Duabelas ini memiliki begitu banyak potensi untuk kebutuhan pariwisata seperti potensi keindahan alam,potensi Flora dan Fauna, serta kelangkaan tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah merupakan objek wisata yang menarik.Pemanfaatan langsung Plasma Nutfah, flora, fauna,dan keindahan bentang alam sebagai objek wisata ala, penelitian,pengembangan ilmu,pendidikan dan lain sebagainya. TN Bukit Duabelas juga menyimpan berbagai keunikan, kenindahan, dan keaslian alam yang berkualitas. Akan tetapi selain itu ada pula hal yang lebih menarik di TN Bukit Duabelas ini yaitu dapat di jadikan tempat tujuan wisata budaya. Sebut saja Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba yang merupakan suku yang penyebaranya hampir merata diseluruh sungai dan anak sungai di dalam taman nasional yang merupakan potensi wisata yang sangat tinggi.
Sebenarnya TN Bukit Duabelas ini memiliki begitu banyak potensi untuk kebutuhan pariwisata seperti potensi keindahan alam,potensi Flora dan Fauna, serta kelangkaan tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah merupakan objek wisata yang menarik.Pemanfaatan langsung Plasma Nutfah, flora, fauna,dan keindahan bentang alam sebagai objek wisata ala, penelitian,pengembangan ilmu,pendidikan dan lain sebagainya. TN Bukit Duabelas juga menyimpan berbagai keunikan, kenindahan, dan keaslian alam yang berkualitas. Akan tetapi selain itu ada pula hal yang lebih menarik di TN Bukit Duabelas ini yaitu dapat di jadikan tempat tujuan wisata budaya. Sebut saja Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba yang merupakan suku yang penyebaranya hampir merata diseluruh sungai dan anak sungai di dalam taman nasional yang merupakan potensi wisata yang sangat tinggi.
Kehidupan Tradisional Orang rimba dapat menjadi daya tarik
tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih dekat tentang kehidupan
suku asli Jambi ini. Orang Rimba hidup berkelompok dan berpindah-pindah
mengikuti pola hidup serta kebudayaan mereka. Mereka telah mendiami hutan Taman
Nasional Bukit Duabelas selama puluhan tahun dan menyebut hutan yand ada di TN
Bukit Duabelas sebagaidaerah pengembaraan. Dimana mereka berinteraksi degan
alam,saling memberi,saling memelihara,dan saling menghidupi. Tetapi Mereka juga
mengenal budaya rohani yang meliputi kepercayaan akan setan-setan dan
dewa-dewa, adat kelahiran, perkawina, pelaksanaan kematian,pantangan atau tabu,
hukum adat,kesenian, dan bahasa yang memiliki ciri khas tersndiri dibandingkan
dengan penduduk lainnya di daerah jambitersebut. Mereka masih menerapkan budaya
berburu, sistem barter, dan juga bercocok tanam demi kelangsungan hidup mereka
termasuk suku yang menganut sistem hidup seminomadenkarena kebiasaan
berpindah-pindah yang mereka lakukan. Beberapa hal menarik dari kehidupan orang
rimba antara lain :
Batu Betumang, termasuk situs sejarah Orang Rimba berupa 3 (tiga) buah
batu yang terletak dalam susunan segitiga membentuk tungku masak,dengan jarak
antar batu 1-1,5 m. Areal di sekitar batu tersebut menjadi dikeramatkan
sehingga tidak ada orang yang berani mengganggu baik orang rimba maupun
orang desa
Sentubung
Budak yaitu jenis pohon yang batangnya
pernah digunakan untuk tenda penguburan tali ari-ari bayi.
Tenggeris
Budak merupakan sebutan untuk pohon kempas yang kulit batangnya pernah
digunakan untuk bayi yang baru lahir, pohon ini terlarang untuk di tebang.
Madu merupakan
salah satu hasil hutan yang diambil orang rimba. Madu di hasilkan oleh lebah
hutan yang mereka sebut Sialang, sedangkan pohon tempat bersarangnya ebah madu
tersebut disebut pohon sialang . Cara mereka memanen madu cukup unik yaitu
dengan menancapkan patok kayu (Lantak) pada batang pohon membentuk tangga
mencapai sarang lebah.
Pemanfaatan
hasil hutan oleh Orang Rimba dapat dilihat dari berbagai peralatanyang mereka
buat untuk keperluan sehari-hari seperti ambung, tikar, lantai bambu, atap
pondok dari daun atau benal, obor berbahan damar ,dan masih banyak lagi
lainnya.
Aktivitas
Akomodasi dan Transportasi
Untuk
Akomodasi, apabila anda ingin bermalam satu sampai tiga hari di taman nasional
ini maka jangan berharap untuk bisa menemukan pelayanan akomodasi selayaknya
hotel. Tersedia pondok sederhana yang dapat digunakan pengunjung. Jika anda
memutuskan untuk bertemu dengan Suku Anak Dalam, anda bisa tinggal bersama
mereka untuk merasakan bagaimana hidup dengan cara mereka.
Sedangkan
masalah Transportasi, untuk bisa sampai ke Taman Nasional Bukit Duabelas,
wisatawan harus terlebih dahulu terbang ke ibukota Provinsi Jambi,yaitu
Jambi.Setiap harinya tersedia penerbangan dari Jakarta, Medan,dan Batam ke
Jambi. Jarak dari bandara ke Bukit Duabelassekitar 180Km dan dibutuhkan waktu
untuk berkeliling selama 6 jam untuk mencapai taman.
Untuk bisa
masuk kedalam Taman Nasioal Bukit Duabelas, wisatawan
harus mendapatkan surat izin dari pihak penjaga Taman.
No comments:
Post a Comment