Tuesday, 13 December 2016

[WISATA ALAM] MENGENAL INDAHNYA BUKIT DUABELAS POVINSI JAMBI [EDISI SAROLANGUN]


Visit Stipram


Sebenarnya TN Bukit Duabelas ini memiliki begitu banyak potensi untuk kebutuhan pariwisata seperti potensi keindahan alam,potensi Flora dan Fauna,  serta kelangkaan tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah merupakan objek wisata yang menarik.Pemanfaatan langsung Plasma Nutfah, flora, fauna,dan keindahan bentang alam sebagai objek wisata ala, penelitian,pengembangan ilmu,pendidikan dan lain sebagainya. TN Bukit Duabelas juga menyimpan berbagai keunikan, kenindahan, dan keaslian alam yang berkualitas. Akan tetapi selain itu ada pula hal yang lebih menarik di TN Bukit Duabelas ini yaitu dapat di jadikan tempat tujuan wisata budaya. Sebut saja Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba yang merupakan suku yang penyebaranya hampir merata diseluruh sungai dan anak sungai di dalam taman nasional yang merupakan potensi wisata yang sangat tinggi.
Kehidupan Tradisional Orang rimba dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih dekat tentang kehidupan suku asli Jambi ini. Orang Rimba hidup berkelompok dan berpindah-pindah mengikuti pola hidup serta kebudayaan mereka. Mereka telah mendiami hutan Taman Nasional Bukit Duabelas selama puluhan tahun dan menyebut hutan yand ada di TN Bukit Duabelas sebagaidaerah pengembaraan. Dimana mereka berinteraksi degan alam,saling memberi,saling memelihara,dan saling menghidupi. Tetapi Mereka juga mengenal budaya rohani yang meliputi kepercayaan akan setan-setan dan dewa-dewa, adat kelahiran, perkawina, pelaksanaan kematian,pantangan atau tabu, hukum adat,kesenian, dan bahasa yang memiliki ciri khas tersndiri dibandingkan dengan penduduk lainnya di daerah jambitersebut. Mereka masih menerapkan budaya berburu, sistem barter, dan juga bercocok tanam demi kelangsungan hidup mereka termasuk suku yang menganut sistem hidup seminomadenkarena kebiasaan berpindah-pindah yang mereka lakukan. Beberapa hal menarik dari kehidupan orang rimba antara lain :

        Batu Betumang, termasuk situs sejarah Orang Rimba berupa 3 (tiga) buah batu yang terletak dalam susunan segitiga membentuk tungku masak,dengan jarak antar batu 1-1,5 m. Areal di sekitar batu tersebut menjadi dikeramatkan sehingga tidak ada orang yang berani mengganggu baik orang rimba maupun orang desa
     Sentubung Budak  yaitu jenis pohon yang batangnya pernah digunakan untuk tenda penguburan tali ari-ari bayi.
         Tenggeris Budak merupakan sebutan untuk pohon kempas yang kulit batangnya pernah digunakan untuk bayi yang baru lahir, pohon ini terlarang untuk di tebang.
      Madu merupakan salah satu hasil hutan yang diambil orang rimba. Madu di hasilkan oleh lebah hutan yang mereka sebut Sialang, sedangkan pohon tempat bersarangnya ebah madu tersebut disebut pohon sialang . Cara mereka memanen madu cukup unik yaitu dengan menancapkan patok kayu (Lantak) pada batang pohon membentuk tangga mencapai sarang lebah.
         Pemanfaatan hasil hutan oleh Orang Rimba dapat dilihat dari berbagai peralatanyang mereka buat untuk keperluan sehari-hari seperti ambung, tikar, lantai bambu, atap pondok dari daun atau benal, obor berbahan damar ,dan masih banyak lagi lainnya.

      Aktivitas Akomodasi dan Transportasi
           Untuk Akomodasi, apabila anda ingin bermalam satu sampai tiga hari di taman nasional ini maka jangan berharap untuk bisa menemukan pelayanan akomodasi selayaknya hotel. Tersedia pondok sederhana yang dapat digunakan pengunjung. Jika anda memutuskan untuk bertemu dengan Suku Anak Dalam, anda bisa tinggal bersama mereka untuk merasakan bagaimana hidup dengan cara mereka.
             Sedangkan masalah Transportasi, untuk bisa sampai ke Taman Nasional Bukit Duabelas, wisatawan harus terlebih dahulu terbang ke ibukota Provinsi Jambi,yaitu Jambi.Setiap harinya tersedia penerbangan dari Jakarta, Medan,dan Batam ke Jambi. Jarak dari bandara ke Bukit Duabelassekitar 180Km dan dibutuhkan waktu untuk berkeliling selama 6 jam untuk mencapai taman.
           Untuk bisa masuk kedalam Taman Nasioal Bukit Duabelas, wisatawan
harus mendapatkan surat izin dari pihak penjaga Taman.


No comments:

Post a Comment